Oleh: Tommy | Maret 30, 2010

Tiram Pink atau sakura shimeji

Jamur tiram pink/ merah muda/sakura shimeji adalah pilihan yang sempurna untuk pertama kali baru menanam jamur. Tumbuh pada suhu kamar dan di mana pun dengan suhu lebih hangat. Jamur tiram adalah jamur yang tumbuh sangat cepat dan berbuah dengan mudah pada berbagai substrat kayu. Jamur ini juga membutuhkan banyak udara segar untuk berkembang secara normal.

Jamur tram pink sangat dihargai dalam masakan asia karena citarasanya yang bagus dan teksturnya seperti daging. Sangat cocok dipanggang atau digoreng dengan diberi sedikit bumbu dan lebih baik disajikan dengan daging ringan seperti ayam dan seafood atau makanan laut. Jamur tiram pink sangat mudah disimpan, jamur tiram pink  dapat dikeringkan dan disimpan hingga 18 bulan tergantung cara pengeringan dan penyimpanannya.

Oleh: Tommy | Februari 17, 2010

Pembuatan Nugget Jamur

Bahan :
Jamur 1kg, 300 g roti tawar, susu cair 500 ml, bawang bombay 150 g, margarin 4 sdm, kuning telur 4 butir, tepung panir 300 g, putih telur 4 butir, minyak goreng 1 kg, bawang putih 4 siung, merica 1 sdt, garam 1 sdm.

Peralatan :
Panci, loyang, plastik tahan panas, kertas aluminium, pengaduk, wadah plastik, dandang, wajan, susuk, serok, penghalus bumbu, cobek, pisau, sendok, penjepit.

Pengolahan :
1. Rendam roti tawar dalam air susu, kemudian haluskan dengan sendok.
2. Bawang bombay di cincang halus kemudian ditumis dengan margarin.
3. Campurkan no 1 dan no 2.
4. Jamur digiling kemudian dicampur dengan campuran 1 dan 2, kuning telur, bumbu halus, aduk rata.
5. Masukan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin, ratakan, kukus selama 30 menit.
6. Setelah dingin, potong sesuai selera.
7. celupkan potongan tadi kedalam putih telur, gulingkan dalam tepung panir.
8. Goreng di atas api kecil.
9. Nugget siap dikemas.

http://herbalinstan.blogspot.com
Oleh: Tommy | Desember 8, 2009

Manfaat Jamur Shiitake

Shiitake juga dikenal dengan nama Jamur hitam China, karena aslinya memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun yang lalu. Sejarah tertulis pertama tentang budidaya shiitake ditulis Wu Sang Kuang di zaman Dinasti Song (960-1127), walaupun jamur ini sudah dimakan orang di daratan Tiongkok sejak tahun 199 Masehi. Di zaman Dinasti Ming (1368-1644), dokter bernama Wu Juei menulis bahwa jamur shiitake bukan hanya bisa digunakan sebagai makanan tapi juga sebagai obat untuk penyakit saluran nafas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini.

Di Hongkong dan Singapura, jamur jenis ini dikenal sebagai chinese black mushroom. Di Indonesia dikenal dengan nama jamur kayu cokelat atau secara umum disebut jamur shiitake saja.

Bangsa Cina percaya bahwa jamur hioko (nama jamur shiitake dalam bahasa Cina) dapat menghilangkan rasa lapar, menghangatkan tubuh saat cuaca dingin serta dapat memperlancar sirkulasi darah di dalam tubuh.

Untuk mengetahui khasiatnya, di Jepang telah banyak dilakukan penelitian yang intensif mengenai jamur shiitake. Diantaranya, penelitian yang diadakan pada tahun 1970 menemukan bahwa asam amino yang terkandung di dalam jamur shiitake dapat membantu memproses kolesterol di dalam hati. Jamur ini mengandung asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu; thiamin, riboflavin, niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim. Jamur Shiitake juga mengandung ergosterol, yang akan diolah tubuh menjadi vitamin D setelah kulit terkena sinar matahari. Kandungan asam amino jamur shiitake membuatnya berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengatasi gangguan pencernaan, hati, meredakan serangan pilek, dan melancarkan peredaran darah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Tommy | Desember 6, 2009

Jamur Shiitake

Shiitake (Lentinula edodes) atau jamur hioko dan sering ditulis sebagai jamur shitake adalah jamur pangan asal Asia Timur yang terkenal di seluruh dunia dengan nama aslinya dalam bahasa Jepang. Shiitake secara harafiah berarti jamur dari pohon shii (Castanopsis cuspidata) karena batang pohonnya yang sudah lapuk merupakan tempat tumbuh jamur shiitake.

Spesies ini dulunya pernah dikenal sebagai Lentinus edodes. Ahli botani Inggris bernama Miles Joseph Berkeley menamakan spesies ini sebagai Agaricus edodes di tahun 1878.

Shiitake banyak dibudidayakan di Tiongkok, Korea dan Jepang dan bisa dijumpai di alam bebas di di daerah pegunungan di Asia Tenggara.

Shiitake dalam bahasa Tionghoa disebut xiānggū “jamur harum”, sedangkan yang berkualitas tinggi dengan payung yang lebih tebal disebut dōnggū “jamur musim dingin”  atau huāgū “jamur bunga”  karena pada bagian atas permukaan payung terdapat motif retak-retak seperti seperti mekar.

Di Indonesia kadang-kadang dinamakan jamur jengkol, karena bentuk dan aromanya seperti jengkol walaupun bagi sebagian orang rasa jamur ini seperti rasa petai.

Shiitake juga dikenal dengan nama Jamur hitam China, karena aslinya memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun yang lalu. Sejarah tertulis pertama tentang budidaya shiitake ditulis Wu Sang Kuang di zaman Dinasti Song (960-1127), walaupun jamur ini sudah dimakan orang di daratan Tiongkok sejak tahun 199 Masehi.

Di zaman Dinasti Ming (1368-1644), dokter bernama Wu Juei menulis bahwa jamur shiitake bukan hanya bisa digunakan sebagai makanan tapi juga sebagai obat untuk penyakit saluran nafas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini.

Jamur shiitake segar atau dalam bentuk kering sering digunakan dalam berbagai masakan di banyak negara. Shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna. Batang shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan.

Sebagian orang lebih menyukai shiitake kering dibandingkan shiitake segar karena shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum (keras). Shiitake kering diproses dengan cara menjemur di bawah sinar matahari dan perlu direndam di dalam air sebelum dimasak. Kaldu dasar masakan Jepang yang disebut dashi didapat dari merendam shiitake kering di dalam air.

Di Jepang, shiitake merupakan isi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon dan berbagai jenis masakan lain. Shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake.

Rusia juga memproduksi shiitake dalam jumlah banyak dan dijual sebagai acar dalam kemasan botol.

Oleh: Tommy | November 6, 2009

Penyembuhan Holistik Lingzhi/Reishi

Terry Willard, ClH, PhD

Di Cina, jamur reishi dianggap sebagai salah satu herba terbaik untuk meningkatkan umur panjang. Jamur adaptogenic ini telah diketahui untuk:

  • menenangkan sistem saraf
  • mengatur tekanan darah, kolesterol dan lemak darah lainnya
  • memperkuat paru-paru, jantung, hati, kekebalan dan sistem endokrin
  • mengurangi alergi, asma dan bronkitis
  • efektif mengobati berbagai macam kanker, serta kelelahan kronis
    syndrome, fibromyalgia, insomnia and anxiety syndrome, fibromyalgia, insomnia dan kegelisahan

Bagaimana cara kerjanya?

Jamur reishi merupakan adaptogen yang membawa seseorang kembali ke dalam keseimbangan: Sebuah “adaptogen” akan membantu seseorang beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, biologis, psikologis dan tekanan fisik, yang tentu herbal ini terbukti lakukan. Reishi berisi dua kelompok utama consituents:

  • Polisakarida (gandelan A dan B, dan beberapa glucans). Polisakarida muncul untuk bekerja sebagian besar pada sistem kekebalan tubuh.
  • Triterpenes (asam ganoderic, ganodermadiol, ergosterol).Triterpenes memiliki kualitas mirip hormon yang bekerja pada lipid darah, alergi, dan endokrin dan sistem saraf.

Bukti apa yang mendukung pernyataan tersebut?

Untuk sistem saraf, reishi telah ditunjukkan untuk mengurangi insomnia, kecemasan, depresi dan paranoia.  Untuk masalah pernapasan, itu menunjukkan tingkat pemulihan 60 persen dalam berhubungan dengan alergi bronkitis kronis, dengan peningkatan 97,9 persen kasus. Studi lain menunjukkan manfaat bagi 87,5 persen dari penderita asma bronkial dengan tingkat kesembuhan 48 persen. Untuk masalah sinus, laju penyembuhan lebih dari 50 persen dengan sekitar 80 persen efektivitas.

Reishi melindungi tubuh dari efek akumulasi asam lemak dan kolesterol, menunjukkan hasil yang signifikan dalam menurunkan lemak darah dan lemak dalam hati.Dalam studi pada kadar kolesterol dan trigliserida, hal itu secara signifikan menurunkan tingkat mereka setelah dua bulan. Ekstrak telah menurunkan tekanan darah sambil meningkatkan volume urine. Studi lain menemukan bahwa 70 persen pasien tekanan darah membaik (terutama diastolik) setelah penghapusan penggunaan obat-obatan dan rajin menggunakan reishi.

Reishi juga telah terbukti menghambat akumulasi trombosit berlebihan dan memperkuat membran luar dari sel darah merah, menghentikan gumpalan darah. Di Cina, itu efektif dalam 80 persen dari infark miokard dan angina kasus ketika sedang kuratif dalam 25 persen. Jamur ini memiliki efek antibakteri Bacillus pneumonia, staphylococci dan bakteri streptokokus. Dapat digunakan sebagai penangkal dalam beberapa keracunan jamur.

Studi Jepang mengkonfirmasi reishi dapat menahan kanker metastatik tikus di laboratorium.  Jepang Cancer Society menemukan reishi efektif terhadap sarkoma. Bahan aktif  yang bertanggung jawab atas hal ini adalah polisakarida gandelan A dan B. Dalam saluran pencernaan, reishi memiliki angka kesembuhan 80 persen untuk bisul.  Untuk hepatitis kronis, itu terbukti angka kesembuhan 10 persen dalam dua bulan, dengan 40 persen pengurangan gejala.

Efek samping

Tanaman ini telah terbukti benar-benar aman, bahkan jauh di atas rentang dosis. Hal ini dapat dikonsumsi dengan obat-obatan.

Jamur obat ini terbukti menjadi salah satu adaptogen terbaik, memperlakukan spektrum yang luas dari masalah kesehatan sambil membantu kita tetap tenang.

Terry Willard, ClH, PhD, adalah seorang praktisi, guru dan directorof Wild Rose College of Natural Healing di Calgary, Alta. Dia telah menulis beberapa buku tentang obat alami, termasuk yang paling baru, Dr Terry Willard’s Encyclopedia of Herbs (Key Porter Books, 2002). Terry Willardâ € ™ s Encyclopedia of Herbal (Key Porter Books, 2002).

Jamur reishi
by author Terry Willard, ClH, PhD oleh pengarang Terry Willard, ClH, PhD
//

 

In China, reishi mushroom is considered one of the best herbs to increase longevity. Di Cina, jamur reishi dianggap sebagai salah satu herba terbaik untuk meningkatkan umur panjang. This adaptogenic mushroom has been shown to: Jamur adaptogenic ini telah ditunjukkan untuk:

  • calm the nervous system menenangkan sistem saraf
  • regulate blood pressure, cholesterol and other blood lipids mengatur tekanan darah, kolesterol dan lemak darah lainnya
  • strengthen the lungs, heart, liver, immune and endocrine systems memperkuat paru-paru, jantung, hati, kekebalan dan sistem endokrin
  • reduce allergies, asthma and bronchitis mengurangi alergi, asma dan bronkitis
  • effectively treat many forms of cancer, as well as chronic fatigue efektif mengobati banyak bentuk kanker, serta kelelahan kronis
    syndrome, fibromyalgia, insomnia and anxiety syndrome, fibromyalgia, insomnia dan kegelisahan

How Does it Work? Bagaimana Apakah Bekerja?

Reishi mushroom is an adaptogen that brings a person back into balance: An “adaptogen” will help a person adapt to a large range of environmental, biological, psychological and physical stresses, which this herb has certainly been proven to do. Jamur reishi merupakan adaptogen yang membawa seseorang kembali ke dalam keseimbangan: Sebuah “adaptogen” akan membantu seseorang beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, biologis, psikologis dan fisik menekankan, yang tentu herbal ini terbukti lakukan. Reishi contains two major groups of consituents: Reishi berisi dua kelompok utama consituents:

  • Polysaccharides (gandelan A and B, and several glucans). Polisakarida (gandelan A dan B, dan beberapa glucans). Polysaccharides appear to work mostly on the immune system. Polisakarida muncul untuk bekerja sebagian besar pada sistem kekebalan tubuh.
  • Triterpenes (ganoderic acids, ganodermadiol, ergosterol). Triterpenes (ganoderic asam, ganodermadiol, ergosterol). Triterpenes have hormone-like qualities that work on the blood lipids, allergies, and endocrine and nervous systems. Triterpenes memiliki kualitas mirip hormon yang bekerja pada lipid darah, alergi, dan endokrin dan sistem saraf.

What Evidence Supports its Use? Bukti apa yang Mendukung para Gunakan?

For the nervous system, reishi has been shown to reduce insomnia, anxiety,depression and paranoia. Untuk sistem saraf, reishi telah ditunjukkan untuk mengurangi insomnia, kecemasan, depresi dan paranoia. For respiratory problems, it demonstrated a 60 percent recovery rate in allergy-related chronic bronchitis, with improvement in 97.9 percent of cases. Untuk masalah pernapasan, itu menunjukkan tingkat pemulihan 60 persen dalam berhubungan dengan alergi bronkitis kronis, dengan peningkatan 97,9 persen kasus. Other studies show benefit for 87.5 percent of bronchial asthmatics with a cure rate of 48 percent. Studi lain menunjukkan manfaat bagi 87,5 persen dari penderita asma bronkial dengan tingkat kesembuhan 48 persen. For sinus problems, the cure rate is more than 50 percent with about 80 percent effectiveness. Untuk masalah sinus, laju penyembuhan lebih dari 50 persen dengan sekitar 80 persen efektivitas.

Reishi protects the body from the effects of accumulated fatty acid and cholesterol, showing significant results in lowering blood lipids and fatty deposits in the liver. Reishi melindungi tubuh dari efek akumulasi asam lemak dan kolesterol, menunjukkan hasil yang signifikan dalam menurunkan lemak darah dan lemak dalam hati. In studies on cholesterol and triglyceride levels, it significantly dropped their levels after two months. Dalam studi pada kadar kolesterol dan trigliserida, hal itu secara signifikan menurunkan tingkat mereka setelah dua bulan. The extract has lowered blood pressure while increasing urine volume. Ekstrak telah menurunkan tekanan darah sambil meningkatkan volume urine. Another study found that 70 percent of patients improved in blood pressure (especially diastolic) after removal of medication and use of reishi. Studi lain menemukan bahwa 70 persen pasien tekanan darah membaik (terutama diastolik) setelah penghapusan penggunaan obat-obatan dan reishi.

Reishi has also been shown to inhibit excessive platelet accumulation and reinforce the outer membrane of the red corpuscles, stopping blood clots. Reishi juga telah terbukti menghambat akumulasi trombosit berlebihan dan memperkuat membran luar dari sel darah merah, menghentikan gumpalan darah. In China, it was effective in 80 percent of myocardial infarction and angina cases while being curative in 25 percent. Di Cina, itu efektif dalam 80 persen dari infark miokard dan angina kasus ketika sedang kuratif dalam 25 persen. This fungi has antibacterial effects on Bacillus pneumonia , staphylococci and streptococci bacteria. Jamur ini memiliki efek antibakteri Bacillus pneumonia, staphylococci dan bakteri streptokokus. It can be used as an antidote in some mushroom poisonings. Dapat digunakan sebagai penangkal dalam beberapa keracunan jamur.

Japanese studies confirm reishi can arrest metastatic cancer in laboratory mice. Studi Jepang mengkonfirmasi reishi kanker metastatik dapat menangkap tikus di laboratorium. The Japanese Cancer Society found reishi effective against sarcomas. Jepang Cancer Society menemukan reishi efektif terhadap sarkoma. The active ingredients responsible for this are the polysaccharides gandelan A and B. In the digestive tract, reishi has an 80 percent cure rate for ulcers. Bahan aktif bertanggung jawab atas hal ini adalah polisakarida gandelan A dan B. Dalam saluran pencernaan, reishi memiliki angka kesembuhan 80 persen untuk bisul. For chronic hepatitis, it proved a 10 percent cure rate in two months, with 40 percent reduction of symptoms. Untuk hepatitis kronis, itu terbukti angka kesembuhan 10 persen dalam dua bulan, dengan 40 persen pengurangan gejala.

How Should I Take It? Bagaimana Haruskah aku Take It?

Reishi usually comes in capsule form. Reishi biasanya datang dalam bentuk kapsul. It is best to use a concentrated extract, usually 15:1. Yang terbaik adalah menggunakan ekstrak pekat, biasanya 15:1. I suggest a person take 200 to 300 mg of this extract (equivalent to three to 4.5 grams of herb) twice daily. Saya menyarankan seseorang mengambil 200 sampai 300 mg ekstrak ini (setara dengan tiga menjadi 4,5 gram ramuan) dua kali sehari. Reishi almost always works better in combination with other herbs or supplements. Reishi hampir selalu bekerja lebih baik dalam kombinasi dengan herbal atau suplemen. These can often be found in the same capsule, or can be taken with other supplements(equivalent to three to 4.5 grams of herb) at the same time. Ini sering bisa ditemukan dalam kapsul yang sama, atau dapat diambil dengan suplemen lain (setara dengan tiga menjadi 4,5 gram herbal) pada waktu yang sama.

Caveats Peringatan

This herb has been shown to be completely safe, even well above dosage range. Tanaman ini telah terbukti benar-benar aman, bahkan jauh di atas rentang dosis. It can be consumed with pharmaceuticals. Hal ini dapat dikonsumsi dengan obat-obatan.

The Bottom Line The Bottom Line

This medicinal mushroom is proven to be one of our best adaptogens, treating a wide spectrum of health issues while helping us remain calm. Jamur obat ini terbukti menjadi salah satu adaptogen terbaik, memperlakukan spektrum yang luas dari masalah kesehatan sambil membantu kita tetap tenang.Terry Willard, ClH, PhD, is a practitioner, teacher and directorof the Wild Rose College of Natural Healing in Calgary, Alta. Terry Willard, ClH, PhD, adalah seorang praktisi, guru dan directorof Wild Rose College of Natural Healing di Calgary, Alta. He has written several books on natural medicine, including his most recent, Dr. Dia telah menulis beberapa buku tentang obat alami, termasuk yang paling baru, Dr Terry Willard’s Encyclopedia of Herbs (Key Porter Books, 2002). Terry Willardâ € ™ s Encyclopedia of Herbal (Key Porter Books, 2002).

Oleh: Tommy | Oktober 22, 2009

Cara Mengolah Lingzhi

Di tanah air, ling zhi diolah dengan cara sangat sederhana. Harap mafhum, suplemen berbahan jamur kayu itu sebagian besar diproduksi usaha kecil dan menengah yang bermodal terbatas. Akibatnya sulit mengadopsi teknologi pengolahan canggih.

Menyeduh atau merebus ling zhi dengan air panas salah satu teknik ektraksi paling sederhana. ‘Tapi harus menggunakan air mendidih, bukan air dari dispenser,’ katanya. Setelah itu pisahkan ampas dengan cara disaring lalu dikonsumsi.

Ada produsen yang keliru memproduksi suplemen berbahan baku ling zhi. Ganoderma kering hanya dijadikan tepung lalu dimasukkan ke dalam bungkus kapsul. ‘Cara itu berbahaya karena pencernaan tidak mampu mengekstrak sendiri tepung ling zhi. Dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan ginjal.

Oleh: Tommy | Oktober 21, 2009

Racikan dari Ling Zhi Kering

Ling Zhi kini tersedia dalam banyak kemasan. Anda juga bisa mendapatkannya dalam bentuk utuh namun kering. Ada beberapa racikan yang bisa dibuat sendiri untuk berbagai gangguan kesehatan.

Ada berbagai macam kemasan berupa potongan-potongan jamur kering atau yang sudah diolah seperti kapsul, tablet, sirop, tincture, atau suntikan.

Masyarakat amat mempercayai cendawan yang digelar ling zhi ini amat berkhasiat untuk manusia. Faktor ini telah menyumbang ling zhi dijadikan produk yang mempunyai nilai komersial yang tinggi.

Kini ling zhi telah dijadikan produk yang komersial oleh kebanyakan negara misalnya Jepang, Cina, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, dan juga di Asia Tenggara. Di Arab, ling zhi memiliki nama populer Al-Kummah dan mengundang minat bisnis para produsen herbal. Jamur itu diekstrak dan diolah dalam bentuk kapsul.

Kini, berbagai merek herbal berbahan ling zhi bertebaran di pasaran, seperti Nissan Reishi yang diproduksi Nissan Chemical Industries, Jepang, Gano Plus (Diamond Interest International), dan Lingzhi Plus (Nutrimax). Meski penampilan berbeda, toh legenda keampuhan ling zhi tetap terasa. Berikut berbagai racikan dari ling zhi kering untuk berbagai penyakit;

Bahan: Jamur ling zhi khusus badan buahnya.
Setelah dikumpulkan, dicuci lalu dijemur.

Kegunaan untuk:
- Badan terasa lemah (Neurasthenia), pusing.
- Rasa lemah akibat sakit lama.
- Sukar tidur (insomnia).
- Bronkhitis kronis, asthma, silicosis.
- Hepatitis.
- Tekanan darah tinggi.
- Sakit jantung koroner (Coronary heart disease).
- Kolesterol tinggi (hipercholesterolemia).
- Sakit lambung (gastritis).
- Tidak nafsu makan (anoreksia).
- Rematik sendi (Rheumatic arthritis).
- Menunda ketuaan.

Pemakaian:

Untuk minum: 3-15 g dengan cara direbus

  • Untuk Neurasthenia, sukar tidur, mimpi berlebihan: ambil 3-10 gram jamur kayu direbus, minum.
  • Untuk Hepatitis Kronis, sesak napas (asma bronkhial): ambil 1-2 g jamur kayu dibuat bubuk, seduh dengan air panas, minum setelah dingin. Lakukan 3 kali sehari.
  • Manguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh: Rebus 15 g ling zhi dengan 4 gelas air bersih dalam periuk tanah sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring dan airnya ditambahkan 1 sendok makan madu. Aduk sampai rata, minum. Sehari 2 kali, tiap kali minum sebanyak 1 gelas.
  • Untuk batuk dan Asma; ambil 10 gram jamur kayu/ling zhi ditambah 10 gram biji kacapiring, kedua bahan dicuci, lalu direbus dengan 600 cc air sehingga tersisa 300 cc. Rebusan tersebut disaring dan airnya diminum untuk 2 kali sehari. Lakukan terus menerus hingga dirasa cukup dan sembuh pengobatan ini bias dihentikan. *afifah
Oleh: Tommy | Oktober 20, 2009

Membuat Tepung Jamur

Tepung jamur

Selain Rasa jamur yang mirip daging, khasiat jamur yang bermanfaat baik untuk kesehatan membuat banyak orang mencoba modifikasi makanan baru dengan bahan jamur. Salah satunya membuat tepung dengan bahan dasar jamur. Dengan dibuat tepung maka jamur bisa lebih tahan lama dan dapat digunakan sewaktu-waktu.

Cara membuatnya gampang, pertama potong kecil-kecil jamur tiram, kuping atau jamur yang anda sukai. Kemudian taruh dalam loyang dan masukkan dalam oven sampai jamur kering crispy. Kemudian jamur yang sudah kering tersebut bisa ditumbuk halus menjadi tepung. Bisa juga digunakan food processor, blender atau bahkan coffee grinder. Kemudian tepung tersebut bisa disimpan dibotol atau wadah plastik yang penting tempatnya kering, atau langsung digunakan dalam masakan favorit anda.

Dengan dibuat tepung, banyak variasi makanan yang bisa dibuat. Tentu saja makanan yang dihasilkan memiliki sensasi rasa yang berbeda. Pernah merasakan shiomay atau bakso dari tepung jamur? Selamat mencoba.

Oleh: Tommy | September 9, 2009

Cara Mutakhir Hasilkan Ling Zhi Berkualitas

lingzhi kering

Pipa besi antikarat yang mengular di salah satu sudut ruangan seluas 2.000 m2 itu menghubungkan tangki ekstraksi dengan filtrasi. Pada pipa itu dialirkan gelombang elektromagnetik berion negatif untuk mengikat logam berat berion positif pada hasil ekstraksi yang melewati pipa. Itulah yang dilakukan Nippon Funmatsu Yakuhin demi menghasilkan ekstrak ling zhi berkualitas.

Pabrik ekstraksi canggih itu bukanlah pabrik raksasa sekelas Nissan Chemical yang telah 125 tahun malang-melintang di industri kimia. Ia hanya sebuah pabrik ekstraksi yang menempati lahan 4 ha di kota Mie, kota kecil yang ditempuh selama 6 jam dari Tokyo. Pabrik itu pun hanya dioperasikan 43 karyawan.

RACUN

Meski tergolong skala kecil, toh kualitas yang dihasilkan mampu memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah Jepang. Salah satunya syarat bebas pencemaran logam berat. Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), logam berat salah satu polutan berbahaya yang jumlahnya semakin bertambah. EPA mencatat setidaknya 13 jenis logam berat yang berbahaya bagi lingkungan seperti arsenik (As), timbal (Pb), merkuri alias air raksa (Hg), dan kadmium (Cd).

Logam berat sejatinya unsur penting yang dibutuhkan setiap makhluk hidup. Namun, beberapa di antaranya bersifat racun pada kadar tertentu. Kadmium misalnya. Logam berat itu mengundang risiko tinggi terhadap pembuluh darah. Dalam jangka panjang dapat terakumulasi di hati dan ginjal. Pada konsentrasi rendah dapat menyebabkan gangguan paru-paru, emfi sema, dan renal tubular disease.

Peristiwa pencemaran merkuri di Minamata pada 1953 menjadi salah satu tragedi terburuk bagi warga Jepang. Itulah sebabnya negeri Matahari Terbit sangat ketat mengawasi pencemaran polutan mengerikan itu pada setiap produk yang beredar. Nippon Funmatsu salah satu perusahaan yang mampu memenuhi persyaratan itu. Karena itulah Nissan Chemical mempercayakan produksi ekstrak ling zhi meski harus menempuh jarak 300 km dari kantor pusat mereka di Tokyo.

Di sanalah 2.250 kg ling zhi ekstrak. Produksi ekstrak hanya setahun sekali yakni saat musim panen pada akhir musim panas atau awal musim gugur setiap November. Bahan baku reishi-sebutannya di Jepang-berasal dari perkebunan jamur di Gunmaken, yang ditempuh sekitar 2 jam ke bagian utara dari kota Tokyo. Sebelum diolah, ling zhi dikeringkan dengan oven hingga berkadar air maksimal 10%. Reishi kering lalu dikemas dalam kotak dus berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm, kemudian dikirim dengan menggunakan truk ke kota Mie yang ditempuh sekitar 8 jam.

Reishi kering diekstrak dengan air panas bersuhu 98-100oC selama sejam. Menurut Dr Ahkam Subroto APU, peneliti Puslitbang Bioteknologi LIPI, air panas paling efektif digunakan untuk mengekstrak ling zhi. Musababnya, ‘Germanium dan polisakarida (keduanya senyawa aktif utama dalam ling zhi, red) larut dalam air. Belum tentu efektif kalau diekstrak dengan alkohol,’ ujarnya. Proses ekstraksi dilakukan pada 3 boiler berkapasitas 15.000 liter air. Hasil ekstrak kemudian dikeringkan dengan teknologi spray dying. Udara panas bertemperatur 160oC diembuskan pada larutan ekstrak, sehingga air menguap dan tersisa endapan berupa tepung. Ekstrak ling zhi kemudian dikemas dalam drum karton berkapasitas 8-10 kg, lalu diangkut ke Akiyama Jozai di Tokyo untuk diolah menjadi tablet. Jalan panjang pengolahan ling zhi terbukti menghasilkan produk berkualitas. Hasil uji laboratorium menunjukkan ekstrak reishi terbebas dari cemaran logam berat arsenik, merkuri, dan kadmium.Trubus Imam Wiguna.***

Oleh: Tommy | September 8, 2009

Karsinogenik Penyebab Kanker

kantong plastik

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kantung plastik atau tas kresek berwarna untuk mewadahi makanan siap santap secara langsung. Sebab bahan kimia dalam plastik daur ulang itu berisiko membahayakan kesehatan.
Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan pada Fakultas Kedokteran Undip, Prof Dr dokter Anies MKes PKK, kantong plastik warna hitam bersifat karsinogenik, bisa menyebabkan kanker dalam jangka panjang. Plastik dari proses daur ulang itu diragukan kebersihan.

Padahal dalam proses pembuatan plastik tahan panas biasanya ditambahkan senyawa Penta kloro bifenil (PCB) yang berfungsi sebagai satic agent. PCB menentukan kualitas plastik. “Oleh karena itu, plastik tahan panas dimungkinkan mengandung PCB lebih banyak. Ini berbahaya bagi manusia ,” kata dia.

Pengaruh keracunan PCB pada manusia telah lama diketahui. Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yusho. Tanda dan gejala dari keracunan berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, tangan dan kaki lemas. Pada ibu hamil bisa mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan, serta bayi lahir cacat. Sedang pengaruh keracunan dalam jangka waktu lama atau menahun pada manusia oleh PCB antaralain kematian jaringan hati serta kanker hati.
”Memang bahayanya jika plastik dipakai membungkus makanan atau minuman dalam keadaan panas tidak tampak atau terjadi langsung saat menggunakan plastik, karena efek karsinogeniknya bersifat jangka panjang. Karena itu, untuk mengurangi bahaya plastik bagi kesehatan maupun lingkungan hidup dianjurkan sesedikit mungkin menggunakan plastik untuk berbagai keperluan,” tutur pakar kedokteran lingkungan itu.
Bahan Pengemas
Selain plastik, bahan pengemas styrofoam atau polystyrene  juga menjadi pilihan untuk mengemas makanan siap saji. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren mampu mencegah kebocoran, dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang.
Selain itu bahan itu mampu mempertahankan panas dan dingin, tetapi tetap nyaman dipegang, serta mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas. Biaya jadi lebih murah, lebih aman, serta ringan.
Namun dari hasil penelitian, styrofoam tidak aman untuk digunakan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya.
Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia, akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.
Dalam styrofoam, ditemukan kandungan Dioctyl phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen yakni suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui kotoran atau air kencing. Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak, yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.
”Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid, mengganggu sistem saraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Pada beberapa kasus, benzena bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah anemia,” jelas Anies.
Efek lainnya, sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Yang paling berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.


Belum Tahu

Munculnya imbauan BPOM agar masyarakat tidak menggunakan plastik daur ulang belum diindahkan masyarakat secara menyeluruh. Menurut pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan penggunaan plastik daur ulang terutama untuk pembungkus makanan.
Di daerah kampus Undip Pleburan, beberapa penjual masih menggunakan plastik berwarna hitam untuk membungkus makanan panas. ’’Saya sebenarnya sudah tahu berita itu, tapi justru kalau saya taruh di plastik transparan pembeli pada tidak mau. Makanannya kelihatan,’’ kata Suparno, pedagang di Jl Pleburan Tengah.
Namun menurut Prof dokter Ichrodjuddin Nasution SpFK (K), ahli farmakologi klinik, penggunaan dalam jumlah kecil dan frekuensi tidak sering, tidak akan berbahaya bagi tubuh. Sebab, tubuh memiliki alat detoksifikasi atau penghilang racun di organ hati. ”Asal jumlahnya tidak terlalu banyak masuk dalam tubuh, tidak apa-apa. Tubuh kita bisa menghilangkan racun itu dengan sendirinya,” ujarnya.
Tapi jangan menggunakan plastik untuk membungkus langsung makanan panas. Misalnya larutan panas seperti bakso atau makanan berkuah lainnya. ”Kenyataannya selama ini tidak ada kejadian berbahaya akibat menggunakan plastik. Meski begitu pemerintah boleh saja mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati,” kata Nasution.
Survei di AS tahun 1986 menunjukkan 100% jaringan lemak orang Amerika mengandung styrene berasal dari styrofoam. Penelitian dua tahun kemudian menyebutkan kandungan styrene sudah mencapai ambang batas sehingga menimbulkan gangguan saraf.
Bahkan, penelitian di New Jersey ditemukan 75% ASI (air susu ibu) terkontaminasi styrene, karena si ibu menggunakan wadah styrofoam saat mengonsumsi makanan. Styrene bisa bermigrasi ke janin melalui plasenta pada ibu-ibu hamil.
Proses pembuatan plastik sebagai kemasan makanan di semua negara harus memenuhi persyaratan. Di Indonesia, setiap produsen plastik harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar itu harus dipenuhi produsen, jika tidak akan membahayakan konsumen.
Prinsipnya, untuk menjamin keamanan produk plastik menjaga agar tetap stabil. Jadi, plastiknya tidak boleh rusak. Plastik untuk kemasan makanan hanya boleh dipakai untuk kemasan, bukan untuk pengolahan makanan. (Fani Ayudea, Dwi Ari Winanti, Roosalina, Dani-77)

suaramerdeka.com

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.