PENGALAMAN SUKSES PENGUSAHA JAMUR

Agoes, “Pendekar Jamur’ dari BlitarSumber: Kompas
Dua macam jamur

Dengan merek dagang “Payung Manfaat” yang telah dipatenkan dan terdaftar pada Departemen Kesehatan RI, Agoes Poernomo membudidayakan dua jenis jamur, yaitu jenis yang dapat dimakan (edible) dan tidak untuk dimakan (non-edible).
Jenis edible pemanfaatannya seperti sayur-mayur, dapat dimasak dengan menggunakan berbagai resep. Atau dijadikan keripik jamur untuk camilan. Jenis ini terdiri atas jamur tiram putih (Pleurotus florida), tiram coklat (Pleurotus cycstidiosus), tiram merah (Pleurotus flatellatus), jamur kuping (Auricularia polytrica), dan jamur shiitake (Lentinus edodes). Jamur-jamur jenis inilah yang banyak diminati konsumen, terutama jamur kuping yang lagi populer untuk sup di restoran-restoran besar.
“Berapa pun produksi kami selalu habis terjual. Bahkan, sering tidak bisa memenuhi permintaan,” katanya. Harga jamur kuping kering di Jawa Timur saat ini berkisar Rp 30.000-Rp 40.000 per kilogram.
Jamur tiram di toko Agoes dijual dalam bentuk segar dengan harga Rp 10.000 per kg untuk partai. Harga eceran Rp 12.000 per kg atau Rp 3.000 per kantong seberat dua ons. Selain produksi dari budidayanya sendiri, jamur ini juga hasil dari beberapa plasma dan mitra usaha yang dibeli Agoes dengan harga Rp 9.000 per kg.
Biaya produksi jamur hanya berkisar Rp 3.500 per kg sehingga memberikan keuntungan yang cukup baik. “Ini cocok sebagai ekonomi rakyat karena mudah dibudidayakan, tidak perlu tempat luas, dan menguntungkan,” papar Agoes.
Sedangkan jamur non-edible yang sering disebut sebagai “jamur kayu”, digunakan sebagai suplemen dan bahan obat-obatan. Jenis ini juga sering disebut dengan nama jamur ling zhi (bahasa China, berarti “pohon kehidupan”), atau jamur rei shi (bahasa Jepang, berarti “jamur spiritual”).
Bubuk ling zhi yang dimasukkan dalam kapsul harganya Rp 75.000 per botol (isi 100 biji). Sedangkan campuran ling zhi dengan kopi atau jahe, per botolnya (isi 50 gram) Rp 15.000- Rp 20.000, tergantung jenis bahan yang dicampurkan.

Awalnya, kegiatan budidaya jamur hanya sebagai pengisi waktu senggang. Ternyata, di balik kehidupan jamur banyak hal sangat menarik dan merupakan komoditas yang menjanjikan. Karena itu, Agoes Poernomo (56) minta pensiunnya sebagai pegawai negeri dipercepat untuk menggeluti budidaya jamur.
Selain keluarganya sendiri, ternyata para tetangga Agoes juga menyukai masakan jamur. Dari sinilah lelaki kelahiran 5 Maret 1950 itu terdorong untuk terus meningkatkan pembudidayaan jamur, lalu menjual hasilnya. Pelan tapi pasti, usahanya terus berkembang sehingga emperan rumah dan halamannya tidak bisa lagi menampung bibit-bibit jamur yang dia kemas dalam baglog.
Selain didasarkan pada otodidak, ia juga memanfaatkan pengetahuannya saat bekerja di Dinas Kesehatan dalam pembudidayaan jamur, lalu mengembangkan cara-cara pembudidayaan jamur dari pergaulannya dengan sesama pembudidaya jamur di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ia juga bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Airlangga Surabaya dalam penelitian dan pengembangan budidaya jamur, seperti pemilihan media tanam jamur.
Mungkin ini merupakan satu-satunya toko yang khusus menjual produk jamur dalam bentuk segar maupun olahan.
Usaha Agoes yang dimulai dari emperan rumah itu, berkembang pesat sejak tahun 1985. Aset perusahaannya sekarang mencapai sekitar empat miliar rupiah, termasuk tiga pondok pesantren yang didirikannya. Di daerah Blitar saja perusahaan plasma dan mitra kerjanya tercatat 12 unit. Masih ditambah mitra kerja di Malang, Kediri, Nganjuk, Surabaya, Bogor, dan lain-lain.
Belum lagi mereka yang telah menerima pelatihan budidaya jamur dan mampu berdiri sendiri, baik di Jawa maupun luar Jawa. “Sudah lebih dari 30.000 orang yang mengikuti pelatihan,” tutur Agoes, ayah dua anak dan kakek seorang cucu.
waktu sekitar 10 hari.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

19 Balasan ke PENGALAMAN SUKSES PENGUSAHA JAMUR

  1. mugiono berkata:

    saya tertarik dengan budidaya jamur. bagaimana dan dimana saya bisa ikut pelatihannya dan berapa biaya yang harus saya siapkan.trims

  2. trisno berkata:

    saya tertarik untuk mengikuti training jamur, syaratnya apa saja, dan mau minta no telp bp Agoes poernomo & mas Agung hidayanto

  3. syaiful bahri berkata:

    saya ingin budidaya jamur, dimana agar saya bisa ikut pelatihan.

    terimakasih.

    salam

  4. tmhudd1 berkata:

    Trims atas commentnya, semua comment sudah dibalas langsung kealamat email masing-masing :)

  5. irfan berkata:

    Saya ingin tau cara budidaya jamur ling shi, sy bisa ga mengikuti jejak pengusaha jamur ling shi.Berapa modal yg hrs sy keluarkan?susah ga ya?

  6. tmhudd1 berkata:

    Mau skala kecil dulu atau langsung skala besar?

  7. Andri berkata:

    Saya ingin belajar usaha budidaya jamur,alamat saya di bojonegoro jatim,mohon bantuan untk bibit jamur.

  8. dodyk berkata:

    wah menarik sekali untuk dijadikan bisnis.mohon informasi, dimana bisa menjalani pelatihan dan nomor yang bisa di hubungi

  9. yudy teguh wibowo berkata:

    saya tertarik ikut pelatihan jamur lung zhi dimana dan berapa biayanya?
    saya punya tanah10X18 jadi berapa kumbung dan berapa modal yang harus saya siapkan. apa program kemitraan bukan?

  10. ahmad rifa'i berkata:

    pak saya rifa’i dari blitar
    kra2 bisa gak ikut gabung dalam sistem kemitraan..
    dan caranya gmn??
    syarat-syarat untuk gabung apa saja??
    trimakasih

  11. Nor Haludin berkata:

    Salam Sukses Pak..
    Saya ada di Surabaya skrg.. kira2 gimana kalo mo ikut pelatihan jamur dan berapa biayanya, juga kalo mau ikut sistem kemitraan kira2 gimana caranya?
    Mohon dibalas.. Terima kasih Pak…

  12. Putu Suastikha berkata:

    Selamat pagi Pak,
    Saya tinggal di Prabumulih, Sum Sel.
    Saya ingin membudidayakan jamur, tapi apakah mungkin bisa dikirim materi kursus dan kemungkinan pengiriman bibit dan logbag ke daerah saya? mohon dijawab.
    Terima kasih.

  13. adit berkata:

    bagaimana sistem kemitraanya pak?saya di semarang ingin budi daya jamur ini? sent by email: adhit123@yahoo.com

    thx

  14. ibnu berkata:

    Halo pak,

    Saya mau belajar untuk bertani Jamur, apa ada pelatihan untuk itu di surabaya?
    dan apakah di Surabaya (dengan suhu kering) tanaman jamur (bertani Jamur) bisa dilakukan?

  15. hafid berkata:

    saya ada di daerah sumberrejo bojonegoro. saya tertarik pengen usaha budi daya jamur. bagaimana dan di mana saya bisa ikut pelatihanya dan berapa biayanya..?

  16. jarijaritangan berkata:

    Assalamualaikum.

    Saya mulai satu bulan kemarin sangat tertarik dengan usaha budidaya jamur, karena selain menguntungkan juga membantu orang lain yang sakit karena bisa diobati dengan mengkonsumsi jamur.

    Saya berada di daerah Malang, apakah bisa saya mendapatkan pelatihan budidaya jamur, dan bagaimana tentang info kemitraan budidaya jamur. Apakah bisa untuk daerah Malang?

    Puhawang 085646739063

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  17. Maulia arifian berkata:

    Saya d daerah smg , saya sngat trtarik dngan usaha jamur .
    Kira2 bs ikut pelatihan g’ ? , truz biayanya brapa? .

    Sistem kemitraanny gmna.

    Terima kasih

  18. Richsky berkata:

    saya tertarik untuk budidaya jamur, apakah ada sistem kemitraanya?

  19. Tommy berkata:

    Kemitraan jika lokasi anda dekat dengan kami.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s